Bandara Polonia: Sejarah Penuh Kenangan di Jantung Kota Medan

Bagi warga Medan, nama Bandara Polonia adalah sinonim dari pintu gerbang udara kota yang penuh kenangan. Selama puluhan tahun, bandara ini menjadi saksi bisu berbagai peristiwa penting, mulai dari kedatangan tokoh-tokoh besar hingga momen haru perpisahan dan pertemuan keluarga. Lokasinya yang berada di jantung kota menjadikannya sangat strategis dan mudah dijangkau, meskipun pada akhirnya lokasi ini juga menjadi kendala utama. Kisah Bandara Polonia adalah cerminan dari perkembangan kota Medan itu sendiri, sebuah tempat yang memegang peran sentral dalam sejarah modern Sumatera Utara.


Awal Mula dan Peran Historis

Sejarah Bandara Polonia dimulai pada tahun 1924, ketika sebuah perkebunan tembakau milik seorang pengusaha Polandia, A. de. Haan, diakuisisi untuk dijadikan lapangan terbang. Nama “Polonia” pun disematkan untuk mengenang asal-usul pemilik lahan tersebut. Pada masa awal kemerdekaan, bandara ini menjadi jalur vital untuk transportasi, perdagangan, dan bahkan pertahanan militer. Pada 14 Januari 1957, Bandara Polonia secara resmi dibuka untuk penerbangan komersial internasional, menandai babak baru dalam konektivitas Medan dengan dunia luar. Banyak tokoh nasional dan internasional mendarat di sini, termasuk Presiden Soekarno yang sering mengunjungi Medan.

Namun, seiring berjalannya waktu, lokasi bandara yang berada di tengah kota mulai menimbulkan masalah. Keterbatasan lahan membuat pengembangan sulit dilakukan, dan landasan pacu yang pendek menjadi kendala bagi pesawat berbadan besar. Selain itu, masalah keamanan penerbangan menjadi perhatian serius karena padatnya permukiman di sekitar bandara. Pada 26 Agustus 2005, pesawat Mandala Airlines dengan nomor penerbangan RI 091 jatuh tak lama setelah lepas landas, menewaskan puluhan penumpang dan warga sekitar. Tragedi ini menjadi salah satu pendorong utama untuk memindahkan operasional penerbangan ke lokasi yang lebih aman dan modern.


Pensiun dan Transformasi

Pada 25 Juli 2013, setelah hampir 90 tahun beroperasi, Bandara Polonia resmi menghentikan aktivitas penerbangannya. Seluruh operasional dipindahkan ke Bandara Internasional Kualanamu yang terletak di luar kota Medan. Setelah pensiun, area bekas bandara ini tidak dibiarkan kosong. Pemerintah berencana mengubahnya menjadi taman kota dan area komersial. Pada 21 Agustus 2025, sebuah laporan dari Pemerintah Kota Medan menyebutkan bahwa proses pembangunan taman dan fasilitas publik di bekas lahan bandara telah mencapai 75%.

Meskipun kini hanya tinggal nama dan kenangan, Bandara Polonia akan selalu memiliki tempat istimewa di hati warga Medan. Kisahnya adalah tentang bagaimana sebuah bandara, yang tadinya hanya sebuah lapangan terbang kecil, tumbuh menjadi simbol kemajuan dan modernitas kota, sebelum akhirnya memberikan jalan bagi masa depan yang lebih baik.