Banyak orang beranggapan bahwa kuliner ekstrem hanya bisa ditemukan di luar negeri. Padahal, Indonesia, khususnya di kota Medan, punya banyak pilihan kuliner yang tak kalah menantang. Di pasar-pasar tradisionalnya, Anda bisa berburu kuliner ekstrem yang mungkin belum pernah Anda cicipi sebelumnya. Rasanya yang unik dan cara penyajiannya yang khas membuat pengalaman wisata kuliner Anda di Medan jadi lebih tak terlupakan.
Salah satu pasar yang terkenal dengan kuliner ekstremnya adalah Pasar Pringgan. Berlokasi di Jalan Iskandar Muda, Pasar Pringgan tak hanya dikenal sebagai pusat perbelanjaan, tetapi juga surga bagi para pecinta makanan unik. Pada hari Sabtu, 21 September 2024, sekitar pukul 09.00 WIB, saya mengunjungi pasar ini dan menemukan berbagai sajian yang mengejutkan. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah Sup Perut Sapi. Meskipun perut sapi bukanlah hal yang asing, di sini sup tersebut disajikan dengan bumbu rempah yang sangat kuat, memberikan sensasi rasa yang berbeda. Menurut Bapak Harun, salah satu pedagang di sana, sup ini paling nikmat disantap saat masih hangat, apalagi saat cuaca dingin.
Tidak jauh dari lapak Sup Perut Sapi, saya menemukan hidangan lain yang tak kalah ekstrem, yaitu Sate Biawak. Sate ini cukup populer di kalangan masyarakat setempat dan dijual dengan harga yang terjangkau. Rasanya mirip dengan daging ayam, namun dengan tekstur yang sedikit lebih alot. Pedagang sate biawak, Ibu Siti, sudah berjualan di Pasar Pringgan selama 15 tahun. Ia menjelaskan bahwa daging biawak memiliki banyak khasiat, terutama untuk meningkatkan stamina. Meskipun daging ini tidak umum, peminatnya cukup banyak, bahkan ada yang sengaja datang dari luar kota hanya untuk mencicipinya.
Selain itu, di Pasar Sei Sikambing, yang beralamat di Jalan Kapten Muslim, juga banyak ditemukan kuliner yang menantang. Pada hari Minggu, 22 September 2024, saya mengunjungi pasar ini. Salah satu yang paling terkenal di sini adalah Rica-rica Ular. Hidangan ini terbuat dari daging ular piton yang diolah dengan bumbu rica-rica yang pedas dan menggugah selera. Makanan ini juga dipercaya memiliki khasiat obat dan sering dicari oleh mereka yang ingin mencoba pengalaman kuliner yang berbeda. Di sana, seorang pembeli bernama Bapak Rio, yang berprofesi sebagai petugas keamanan, mengaku sudah sering menyantap rica-rica ular dan merasa badannya lebih segar setelah mengonsumsinya. Meskipun terdengar menyeramkan, olahan ini disajikan dengan bersih dan higienis.
Tentu saja, berburu kuliner ekstrem di Medan tidak bisa lepas dari yang namanya Mie Gomak Ular. Ya, Anda tidak salah dengar. Salah satu warung di dekat Pasar Pringgan menyajikan mie gomak dengan tambahan daging ular yang sudah diolah. Hidangan ini menjadi perbincangan hangat di kalangan wisatawan dan food vlogger. Meskipun masih banyak yang ragu untuk mencobanya, rasa pedas dari bumbu kari yang kuat mampu menutupi sensasi daging yang tak biasa.
Melalui pengalaman ini, saya menyimpulkan bahwa Medan memang kota yang kaya akan kuliner, bahkan untuk yang paling ekstrem sekalipun. Berburu kuliner ekstrem di pasar tradisionalnya tidak hanya soal makanan, tetapi juga tentang pengalaman berinteraksi dengan masyarakat lokal, mendengar cerita unik di balik setiap hidangan, dan memahami kekayaan budaya yang ada. Bagi Anda yang suka tantangan dan ingin mencoba sesuatu yang baru, pastikan untuk memasukkan kota Medan sebagai destinasi wisata kuliner Anda berikutnya. Ingat, berani mencoba adalah kunci untuk menemukan pengalaman yang tak terlupakan.