Harmoni Kontras: Menjelajahi Art Deco dan Kuliner Pedas di Sudut Kota Medan Lama

Kota Medan, sebagai gerbang utama Sumatera Utara, menyimpan sejarah kolonial yang kental, tercermin dari jejak Arsitektur Art Deco yang megah, terutama di kawasan Medan Lama dan Kesawan. Di tengah kemegahan gaya Eropa yang elegan dan geometris tersebut, hadir Harmoni Kontras yang memukau: ledakan cita rasa kuliner pedas dan kaya rempah yang merupakan warisan budaya Melayu, Batak, dan Tionghoa. Harmoni Kontras ini mendefinisikan pengalaman kota Medan: perpaduan antara kemewahan masa lampau yang sunyi dan dinamika kehidupan jalanan yang riuh. Eksplorasi Harmoni Kontras ini membawa pengunjung melalui lorong waktu sekaligus memanjakan lidah.

Kawasan Kesawan, yang dulunya merupakan pusat perdagangan Het Deli Maatschappij (Perusahaan Deli), menjadi saksi bisu kejayaan tembakau Medan di awal abad ke-20. Di sini, gaya Art Deco dan Nieuwe Zakelijkheid (Modernisme Fungsional) mendominasi, seperti yang terlihat pada Gedung Balai Kota Lama (dibangun sekitar tahun 1908) dan kantor-kantor dagang yang kini menjadi bank atau restoran. Bangunan-bangunan ini dicirikan oleh garis-garis tegas, jendela-jendela vertikal yang tinggi, dan ornamen geometris yang minimalis namun berkelas, yang merupakan ciri khas arsitektur Belanda di Hindia Belanda.

Di jantung Kesawan, berdiri megah Tjong A Fie Mansion, rumah tycoon Tionghoa-Melayu yang dibangun pada tahun 1895. Rumah ini adalah manifestasi harmoni kontras lain, memadukan arsitektur Tionghoa, Melayu, dan Art Deco Eropa. Kehidupan seorang Kapten Cina yang berpengaruh di era Kesultanan Deli dan kolonial Belanda ini menunjukkan bagaimana budaya dapat berakulturasi dalam satu bangunan.

Berjalan menjauh dari kemegahan struktural, Medan menawarkan kontras kuliner yang pedas dan intens. Setelah menelusuri bangunan-bangunan tenang, pengunjung akan menemukan street food yang ramai. Salah satu ikon yang wajib dicoba adalah Mie Gomak khas Batak Toba, yang sering disebut spaghetti-nya Batak, disajikan dengan kuah kari pedas dan andaliman (rempah khas Batak yang memberikan sensasi citrusy dan kebas). Ada pula Nasi Goreng Merah ala Medan yang menggunakan bumbu merah cabai yang intens.

Kontras rasa dan suasana paling terasa di malam hari, khususnya di Jalan Semarang (Pajak Ikan Lama), di mana deretan food stall menyajikan hidangan dari berbagai etnis. Pada malam Minggu, 10 Maret 2024, dilaporkan terjadi peningkatan signifikan wisatawan yang datang hanya untuk food hunting di area ini. Kehadiran food stall yang ramai dan smoky di bawah bayangan arsitektur Art Deco yang sunyi menciptakan pengalaman wisata yang benar-benar unik, di mana sejarah dan rasa bertemu dalam sebuah Harmoni Kontras yang otentik. Medan tidak hanya menyajikan sejarah, tetapi juga ledakan budaya yang terasa di setiap sudut jalan dan suapan makanan pedas.