Kuliner Khas Medan yang Wajib Dicoba: Bika Ambon hingga Soto Medan Otentik

Kota Medan, sebagai gerbang utama Sumatera Utara, menawarkan perpaduan budaya Melayu, Batak, Tionghoa, dan India yang tercermin dalam kekayaan kulinernya. Kuliner Khas Medan tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menceritakan sejarah akulturasi yang unik di wilayah ini. Dua ikon kuliner yang wajib dicoba, yaitu Bika Ambon dan Soto Medan, mewakili spektrum rasa yang berbeda namun sama-sama legendaris, menjadikan kota ini surga bagi para pecinta makanan.

Bika Ambon, meskipun namanya mengandung kata “Ambon”, sesungguhnya adalah signature dessert dari Medan. Kue berwarna kuning cerah dengan tekstur berserat dan rasa manis legit ini telah menjadi oleh-oleh wajib sejak popularitasnya meroket pada awal tahun 1970-an. Keunikan Bika Ambon terletak pada proses fermentasi yang menggunakan nira atau tuak, menciptakan pori-pori horizontal yang khas dan aroma yang harum berkat penambahan air daun jeruk dan serai. Pembuatan kue ini membutuhkan ketelitian tinggi, terutama dalam hal suhu oven dan durasi panggang, yang rata-rata memakan waktu 4 hingga 5 jam per loyang besar. Kontrol kualitas bahan baku, seperti penggunaan tepung sagu pilihan, diawasi ketat oleh Petugas Manufaktur Makanan setempat untuk memastikan tekstur yang sempurna, dengan sertifikasi halal yang diperbarui setiap dua tahun sekali.

Di sisi lain spektrum rasa, Kuliner Khas Medan didominasi oleh hidangan gurih, salah satunya adalah Soto Medan. Berbeda dengan soto dari Jawa yang cenderung bening, Soto Medan memiliki kuah santan berwarna kuning pekat dengan aroma rempah yang tajam dan kuat, berkat penggunaan kunyit, jintan, dan ketumbar. Soto ini biasanya disajikan dengan potongan daging sapi, ayam, atau udang, lengkap dengan perkedel kentang dan taburan bawang goreng yang melimpah. Soto Medan yang otentik, seperti yang disajikan di warung legendaris yang telah beroperasi sejak tahun 1956, selalu menawarkan pilihan lauk yang digoreng garing untuk menciptakan kontras tekstur dalam kuah yang kaya. Warung-warung Soto Medan paling ramai dikunjungi pada Hari Minggu saat makan siang setelah jam ibadah.

Selain kedua ikon tersebut, Kuliner Khas Medan juga mencakup Lontong Sayur Medan yang disajikan dengan kuah tauco pedas yang unik dan Mie Gomak, yang sering dijuluki “Spageti Batak” karena bentuk mienya yang tebal dan bumbu rempah yang kuat, termasuk andaliman (Batak Pepper) yang sebagian besar dipasok dari daerah pegunungan Tapanuli Utara. Kekayaan rasa ini menunjukkan bagaimana setiap etnis dan sejarah telah berkontribusi dalam membentuk identitas kuliner Medan yang unik, menjadikannya destinasi yang patut dikunjungi oleh setiap food traveler.