Aparat kepolisian berhasil meringkus seorang pria yang diduga kuat melakukan aksi rampok rumah mertuanya sendiri di wilayah Medan. Peristiwa seorang menantu merampok rumah mertuanya yang menggemparkan warga sekitar ini terjadi pada hari Selasa, 13 Mei 2025, sekitar pukul 02.30 WIB di kediaman korban yang berlokasi di Jalan Setia Budi, Medan. Pelaku, yang diketahui berinisial R (35 tahun), berhasil diamankan oleh tim Reskrim Polsek Sunggal dalam waktu kurang dari 24 jam setelah kejadian pelaku membobol rumahnya.
Berdasarkan keterangan dari pihak kepolisian yang disampaikan oleh Kompol Agus Salim pada konferensi pers di Mapolsek Sunggal pada hari Rabu, 14 Mei 2025, pelaku diduga masuk ke rumah korban dengan cara mendobrak pintu belakang. Saat beraksi, pelaku yang diduga tidak seorang diri, mengancam korban yang merupakan pasangan suami istri lanjut usia dengan senjata tajam. Akibat aksi rampok rumah tersebut, korban mengalami kerugian berupa sejumlah uang tunai, perhiasan emas, dan barang berharga lainnya.
Tim Reskrim Polsek Sunggal yang menerima laporan segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melakukan penyelidikan intensif mencari apa saja yang sudah di rampok oleh pelaku. Berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan di lokasi dan keterangan saksi, petugas berhasil mengidentifikasi pelaku yang ternyata adalah menantu dari korban. Motif rampok rumah ini diduga kuat dilatarbelakangi oleh masalah ekonomi dan adanya dendam pribadi antara pelaku dan korban.
Setelah melakukan pengejaran, pelaku R berhasil ditangkap di sebuah persembunyian di kawasan pinggiran Kota Medan pada Rabu dini hari, 14 Mei 2025. Saat penangkapan, petugas juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga hasil rampok rumah, termasuk perhiasan dan uang tunai. Saat ini, pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Sunggal untuk pengembangan lebih lanjut dan mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam aksi kejahatan ini. Pihak kepolisian juga akan mendalami lebih lanjut terkait motif pasti dari tindakan pelaku. Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan keamanan di lingkungan tempat tinggal.