Menyusuri Jejak Kejayaan Kerajaan Singasari di Candi-Candi Tua Malang

Malang Raya, terutama wilayah utara, adalah saksi bisu era keemasan salah satu kerajaan Hindu-Buddha paling berpengaruh di Nusantara: Kerajaan Singasari. Didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222 Masehi, kerajaan ini meninggalkan warisan monumental berupa candi-candi megah yang kini menjadi peninggalan sejarah tak ternilai. Menyusuri candi-candi tua di Malang adalah upaya untuk menelusuri Jejak Kejayaan Kerajaan Singasari, sebuah kerajaan yang kekuasaannya membentang luas hingga ke Melayu melalui ekspedisi Pamalayu. Candi-candi ini bukan sekadar bangunan batu; mereka adalah catatan sejarah, seni, dan spiritualitas pada masa itu.

Peninggalan paling ikonik yang menjadi penanda Jejak Kejayaan Kerajaan Singasari adalah Candi Singasari itu sendiri, yang terletak di Kecamatan Singasari, dekat dengan pusat pemerintahan kuno kerajaan. Meskipun tidak selesai sepenuhnya, candi ini, yang kemungkinan besar didirikan sebagai tempat pendharmaan (penyimpanan abu) Raja Kertanegara (raja terakhir Singasari, yang wafat pada tahun 1292 Masehi), menampilkan arsitektur yang khas dari periode Singasari-Majapahit awal. Di sekitar candi ini, terdapat patung Dwarapala raksasa yang berfungsi sebagai penjaga gerbang menuju kompleks kerajaan, menjadi patung Dwarapala terbesar yang pernah ditemukan di Indonesia, masing-masing dengan tinggi sekitar 4 meter.

Candi lain yang sangat terkait dengan Jejak Kejayaan Kerajaan Singasari adalah Candi Jago. Terletak di Tumpang, candi ini diyakini sebagai tempat pendharmaan bagi Raja Wisnuwardhana, ayah dari Raja Kertanegara, yang mangkat pada tahun 1268 Masehi. Keunikan Candi Jago terletak pada reliefnya yang bertingkat dan menampilkan cerita Kunjarakarna (kisah ajaran Buddha). Gaya pahatan reliefnya merupakan transisi yang halus dari gaya Singasari ke gaya Majapahit, menunjukkan periode perkembangan seni rupa yang penting. Tim Peneliti Purbakala (TPP) telah melakukan restorasi fase kedua di candi ini sejak tahun 2023 untuk melindungi batu andesit dari pelapukan.

Melalui kunjungan ke situs-situs ini, kita tidak hanya melihat batu-batu berusia ratusan tahun, tetapi juga merasakan keagungan dan pencapaian spiritual dan politik dari para penguasa Singasari. Candi-candi ini adalah pengingat nyata bahwa wilayah Malang adalah pusat peradaban kuno yang pernah mengirimkan utusan hingga ke wilayah asing dan memimpin ekspansi maritim yang menjadi dasar bagi kekuasaan Majapahit. Melestarikan candi-candi ini sama dengan menjaga Jejak Kejayaan Kerajaan Singasari sebagai aset sejarah nasional.