Indonesia kaya akan keberagaman budaya, dan salah satu kekayaan tersebut adalah Upacara Adat Era-Era Suku Simalungun. Tradisi ini, yang berakar kuat di Tanah Deli, Sumatera Utara, bukan sekadar ritual biasa, melainkan cerminan dari filosofi hidup, nilai-nilai kekeluargaan, dan hubungan harmonis dengan alam serta leluhur yang masih dipegang teguh oleh masyarakat Simalungun hingga saat ini.
Upacara Adat Era-Era merupakan salah satu ritual penting dalam siklus pertanian masyarakat Simalungun, khususnya saat musim panen tiba. Upacara ini adalah bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas melimpahnya hasil panen, sekaligus memohon keselamatan dan berkah untuk panen di masa mendatang. Biasanya, upacara ini diselenggarakan di ladang atau sawah milik masyarakat, dengan melibatkan seluruh anggota keluarga dan kerabat, menunjukkan semangat gotong royong dan kebersamaan yang tinggi. Pada pelaksanaannya, sering kali ada persembahan berupa sesajian dari hasil bumi, seperti nasi, lauk pauk, dan hasil panen pertama yang diletakkan di tempat khusus sebagai simbol rasa terima kasih. Di Desa Raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Upacara Adat Era-Era terakhir kali dilaksanakan pada Sabtu, 20 April 2024, setelah musim panen padi tiba, dipimpin oleh seorang tetua adat bernama Oppung Saragih yang telah berusia 85 tahun.
Selain sebagai ungkapan syukur, Upacara Adat Era-Era juga berfungsi sebagai sarana untuk mempererat tali persaudaraan antarwarga. Selama upacara berlangsung, masyarakat berkumpul, berinteraksi, dan berbagi cerita, menciptakan suasana keakraban yang sulit ditemukan dalam hiruk pikuk kehidupan modern. Anak-anak diajarkan tentang pentingnya tradisi ini, memastikan warisan budaya terus berlanjut ke generasi berikutnya. Para ibu-ibu biasanya menyiapkan hidangan tradisional yang disantap bersama-sama, seperti naniura atau arsik ikan mas, menambah kehangatan suasana. Kepala Kepolisian Sektor Raya, Kompol Budi Santoso, yang turut hadir dalam upacara tersebut, mengapresiasi upaya masyarakat dalam melestarikan budaya dan menjaga ketertiban selama acara.
Upacara Adat Era-Era adalah bukti nyata bagaimana sebuah tradisi dapat terus bertahan di tengah gempuran modernisasi. Masyarakat Simalungun percaya bahwa menjaga tradisi ini sama dengan menjaga identitas dan akar budaya mereka. Dengan terus melestarikan upacara ini, mereka tidak hanya menghormati leluhur dan alam, tetapi juga memastikan bahwa nilai-nilai luhur Suku Simalungun akan terus hidup dan diwariskan.