Di era digital yang berkembang sangat pesat seperti sekarang, arus informasi tidak lagi hanya didominasi oleh perusahaan media besar. Setiap orang yang memiliki akses ke perangkat seluler dan internet kini memiliki potensi untuk menjadi sumber informasi. Fenomena inilah yang melatarbelakangi pentingnya Workshop Jurnalisme Warga sebagai sarana edukasi bagi masyarakat luas. Melalui kegiatan yang diadakan oleh Fakta Medan ini, masyarakat diajak untuk memahami bahwa menyebarkan informasi bukan sekadar urusan menekan tombol bagikan, melainkan tentang bagaimana mengemas fakta secara bertanggung jawab.
Salah satu fokus utama dalam kegiatan ini adalah mengenai cara berbagi informasi viral. Kata viral sering kali identik dengan kecepatan, namun di sisi lain, kecepatan sering kali mengabaikan akurasi. Dalam konteks jurnalisme warga, warga Medan diharapkan tidak hanya mengejar popularitas konten, tetapi juga memastikan bahwa apa yang mereka unggah memberikan manfaat nyata bagi publik. Informasi yang viral seharusnya tidak hanya berhenti pada sensasi, melainkan mampu menggerakkan kesadaran atau memberikan solusi atas permasalahan yang ada di sekitar lingkungan tempat tinggal.
Melalui Fakta Medan, para peserta diajak untuk mengenali karakteristik berita yang layak konsumsi. Jurnalisme warga atau citizen journalism menuntut kepekaan terhadap lingkungan sekitar. Misalnya, ketika terjadi kemacetan parah atau kejadian unik di sudut kota Medan, seorang warga bisa melaporkannya secara langsung. Namun, teknik penyampaiannya harus tetap mengikuti kaidah-kaidah dasar komunikasi massa agar informasi tersebut tidak menimbulkan kegaduhan atau kepanikan yang tidak perlu. Di sinilah peran workshop menjadi sangat vital untuk memberikan batasan antara opini pribadi dan fakta lapangan.
Selain itu, aspek teknis dalam mengolah jurnalisme warga juga menjadi bahasan yang menarik. Peserta diajarkan cara mengambil sudut pandang atau angle yang menarik agar informasi yang disampaikan memiliki daya tarik lebih. Sebagai contoh, jika ingin membagikan informasi mengenai kuliner legendaris yang sedang ramai dibicarakan, seorang jurnalis warga harus mampu memberikan detail yang tidak ditemukan di media arus utama. Kedekatan emosional dan lokalitas menjadi senjata utama bagi masyarakat Medan dalam memproduksi konten yang autentik.